Dengan Siapakah Rusia Paling Sering Berperang?
Selama sejarahnya, Rusia paling sering berperang dengan Swedia, Turki, dan Polandia.
Turki
Perang: 12 perang dalam 241 tahun. Jika dirata-rata, Rusia-Turki berperang setiap 19 tahun sekali.
Dari akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-20, perang-perang berdarah terjadi antara Kekaisaran Rusia dan Ottoman. Yang mereka perebutkan dari awal adalah bagian selatan Laut Hitam, Kaukasus Utara, dan, nantinya, Kaukasus Selatan, hak kekuasaan di Laut Hitam dan selat-selatnya, serta hak-hak umat Kristen di Kerajaan Ottoman.
Perang di Shipka Pass (1877-1878) antara Kekaisaran Rusia dengan Kerajaan Ottoman. Sumber: Wikipedia
Selama Perang Dunia I, yang menjatuhkan Ottoman, Kekaisaran Rusia turut mempertimbangkan untuk merebut Konstantinopel. Ironisnya, Uni Soviet (yang nantinya membentuk sistem baru di Rusia) malah berperan penting dalam pembentukan Republik Turki. Permusuhan berabad-abad kemudian berubah menjadi dukungan militer dan ekonomi untuk presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Atatürk.
Sejarah Rusia = sejarah perang
Salah satu negara lain yang memiliki sejarah perang dengan Rusia adalah Jerman. Keduanya pernah berperang tiga kali, dua diantaranya di Perang Dunia.
Selain itu Rusia juga pernah beberapa kali berperang dengan Prancis, termasuk Perang Koalisi Ketiga (1805), Perang Koalisi Keempat (1806-1807), Perang 1812, dan Perang Krimea (1854-1856). Rusia dan Uni Soviet juga pernah empat kaliberkonfrontasi dengan Jepang, serta tiga kali terlibat dalam konflik militer dengan Tiongkok.
Perang Borodino pada 7 September 1812. Sumber: Wikipedia
Secara umum, sejarah Rusia adalah sejarah perang. Filsuf Rusia Ivan Ilyin menulis, “Soloviev menghitung ada 200 perang dan penjajahan dari 1240 hingga 1462 (222 tahun). Dari abad ke-14 hingga 20 (525 tahun), Sukhotin menghitung ada 329 tahun perang. Ini berarti Rusia telah berperang sebanyak dua pertiga kehidupannya.”
Jendral Alexey Kuropatkin, Menteri Perang Kekaisaran Rusia 1898-1904, mengatakan dalam surat yang ia tulis untuk Kaisar Nicholas II tahun 1900, “Selama 200 tahun terakhir, Rusia berperang selama 128 tahun dan berada dalam damai hanya 72 tahun. Dalam 128 tahun perang tersebut, hanya ada 5 tahun perang defensif. 123 tahun kita habiskan untuk merebut (wilayah lain).”
